Rekap Pertandingan Grand Final TI 2016, Wings Gaming vs. Digital Chaos
Connect with us

Rekap Pertandingan Grand Final TI 2016, Wings Gaming vs. Digital Chaos

the international 2016 grand final

eSports

Rekap Pertandingan Grand Final TI 2016, Wings Gaming vs. Digital Chaos

INIGAME.ID – The International 2016 sebuah turnamen Dota 2 terbesar sepanjang masa, kini telah mencapai titik puncaknya dengan kemenangan Wings Gaming atas Digital Chaos (DC).

Keseruan pada Grand Final sebenarnya terletak di broadcaster-nya. Pada Grand Final The International 6 dibawakan oleh Toby “TobiWan” Dawson dan Ben “Merlini” Wu.

tobiwan merlini

TobiWan dan Merlini

Dari pertandingan Grand Final akhirnya menghasilkan skor pertandingan Wings Gaming Vs Digital Chaos (DC) 3 – 1  dan membuahkan sorak sorai dari para pendukungnya di China.

Bagi yang belum mengetahui bagaimana keseruan pertandingan Grand Final, langsung saja berikut ulasan singkatnya,

Game 1

Pada pertandingan pertama, Wings Gaming melakukan ban terhadap Shadow Demon, Elder titan, Morphling, Naga Siren, dan Death Prophet dengan melakukan pick Io, Storm Spirit, Slardar, Silencer, dan Pudge.

Sementara dari sisi Digital Chaos, melakukan ban pada Drow Ranger, Mirana, Batrider, Nyx, dan Lifestealer dengan pick Timbersaw, KOTL, Ogre Magi, Void, dan Skywrath Mage (SM).

draft game 1 the international 6 wings gaming digital chaos

Draft Game 1

Pada awalnya INIGAME tidak memiliki ide, mengapa Wings memilih Pudge pada last pick mereka. Mengapa tidak sesuatu yang lebih berguna hingga akhir permainan, mungkin HC (hard carry).

Ternyata Wings memposisikan Pudge dalam support yang notabene kurang berfungsi dengan baik. Mungkin untuk counter Void, tapi tidak tahu juga. Jika memang seperti itu mengapa tidak menggunakan Vengeful Spirit?

Sementara last pick dari DC tentunya akan mengacak-ngacak lini belakang mereka, seperti Io dan Pudge. Selain itu, SM juga memiliki sinkronisasi ultinya dengan 4 hero lainnya.

Jika gamers melihat pada video di bawah ini, DC sangat mendominasi permainan pada game pertama. Beberapa permainan menakjubkan dari Aliwi “w33” Omar cukup membuat TobiWan heboh sendiri.

scoreboard game 1 the international 6 wings gaming digital chaos

Scoreboard Game 1

Pada akhirnya DC mencetak kemenangannya di Grand Final dan membuat skor menjadi 0 – 1.

Game 2

Pada pertandingan kedua, DC melakukan ban terhadap Drow Ranger, KOTL, Huskar, Timbersaw, dan Chen dengan melakukan pick Mirana, Naga Siren, Shadow Demon, Doom, Razor.

Sementara dari sisi Wings, melakukan ban pada Elder Titan, Beastmaster, Tidehunter, Seer, dan Kunkka dengan pick Oracle, Void, Invoker, Sand King, dan Slardar.

draft game 2 the international 6 wings gaming digital chaos

Draft Game 2

Jika dilihat pada game kali ini gamers akan melihat bahwa pertandingan yang seimbang di awal permainan. Keduanya saling kejar-kejaran skor dan permainan nampak jauh lebih sengit di banding pertandingan sebelumnya.

Beberapa kali Chronosphere dari Chu “Shadow” Zeyu digagalkan oleh Rasmus “Misery” Filipsen melalui Song of The Siren. Mendekati 30 menit, Wings mulai mendominasi permainan dan beberpa war yang cantik dari Wings memastikan DC kalah pada game kedua ini.

scoreboard game 2 the international 6 wings gaming digital chaos

Scoreboard Game 2

Dapat dikatakan, pada game kedua DC tidak memiliki HC yang cukup kuat untuk melawan Invoker dan Void. Hingga skor menjadi 1 – 1.

Game 3

Pada pertandingan ketiga, DC kembali melakukan ban terhadap Drow Ranger, KOTL, Batrider, dan Huskar. Kemudian DC juga mem-ban Invoker yang tadi sempat membuatnya kewalahan.

Sementara untuk pick, DC memilih kembali Mirana, kemudian Timbersaw, Winter Wyvern, Sand King, dan terakhir Clinkz.

Sementara dari sisi Wings, melakukan ban kembali pada Elder Titan dan Beastmaster, lalu Shadow Demon, yang tadi menganggu kombo dari Wings. Morphling dan Ursa menjadi pilihan ban lainnya bagi Wings.

Dari segi pick, Wings kembali memilih Oracle dan Void yang dilanjutkan oleh Kunkka sebagai pengganti Shadow Demon, Death Prophet sebagai kombo pubstomp dengan Void, dan yang terakhir adalah Nyx.

draft game 3 the international 6 wings gaming digital chaos

Draft Game 3

Di game ketiga ini Wings benar-benar tidak memberi ampun. DC benar-benar kesulitan untuk memberikan perlawanan. DC yang mengandalkan w33, pemain berindividual skill tinggi ini menjadi target bagi Wings.

Entah kebetulan atau memang disengaja, Wings Gaming terus-terusan mengincar w33. Beberapa kali war, Wings memfokuskan penyerangan terhadap w33 terlebih dahulu.

Seperti pada menit 23, Shadow melakukan solo Chronosphere terhadap w33 yang dibarengi dengan Exorcism dari Zhou “bLink” Yang. Kedua ultimate ability itu hanya ditujukan untuk w33. Tapi cukup nampak ketika w33 mati, perlawanan dari DC lebih menurun.

Meskipun begitu, game ketiga berjalan lebih lama dibandingkan game lainnya. Tapi sekeras apapun DC memberikan perlawanan, DC masih tetap kalah telak dari kerjasama permainan Wings Gaming.

scoreboard game 3 the international 6 wings gaming digital chaos

Scoreboard Game 3

Alhasil dimenangkan oleh Wings dan membalikan kedudukan menjadi 2 – 1.

Game 4

Pada pertandingan terakhir Wings ban Shadow Demon, Beastmaster, Oracle, Kunkka, dan Slardar. Kemudian memilih hero Elder Titan, Batrider, KOTL, Anti Mage, dan Axe.

Sementara dari sisi DC, melakukan ban pada Drow Ranger, Void, Juggernaut, Invoker, dan Storm Spirit dengan pick Mirana, Timbersaw, Vengeful Spirit, Slark, dan Night Stalker.

draft game 4 the international 6 wings gaming digital chaos

Draft Game 4

KOTL yang memberikan sight di siang hari, di-counter oleh Night Stalker yang memberikan sight di malam hari.

Pada game keempat, di awal permainan DC cukup mendominasi, bahkan hingga menit 25 skor menunjukkan 22 – 9 untuk DC. Namun seiring berjalannya, Wings mulai comeback dan memberikan perlawanan lebih.

Mulai memasuki menit 30, semakin terasa comeback dari Wings. Ditambah lagi permainan w33 yang terlalu percaya diri malah menjadi boomerang bagi dirinya.

Memasuki menit 35, Wings memaksa DC untuk menggunakan buyback mereka. Beberapa kali w33 sering maju sendirian untuk kill lawan, namun gagal dan membuatnya mati. Lama kelamaan hal tersebut semakin membuat kemenangan Wings semakin terlihat.

Pada game keempat, permainan semakin hype. Mungkin dikarenakan ini penentuan apakah DC masih memiliki kesempatan menang atau tidak.

Pada menit 38 skor pun menjadi seimbang dengan kondisi Wings menghajar barak dari DC. Permainan semakin intense dan pada akhirnya di menit 39 Misery call “GG”.

scoreboard game 4 the international 6 wings gaming digital chaos

Scoreboard Game 4

Berakhir dengan skor 27 – 30, DC vs Wings dan membuahkan 3 kemenangan berturut-turut.

Pada The International 2016 ini, Wings Gaming menjadi juara 1 dengan membawa pulang uang senilai US$ 9,000,000++ (sekitar Rp 122 Milyar) dan Digital Chaos sebagai runner-up membawa pulang uang senilai US$ 3,400,000++ (sekitar Rp 46 Milyar).

Kedua pemenang ini berjuang dari Qualifier Region mereka masing-masing. Selamat kepada Wings Gaming.

Comments

More in eSports

To Top