Dituduh karena Penyalahgunaan Informasi, Bos Oculus Digugat Perusahaan Lamanya
Connect with us

Dituduh karena Penyalahgunaan Informasi, Bos Oculus Digugat Perusahaan Lamanya

Palmer Luckey - Oculus

News

Dituduh karena Penyalahgunaan Informasi, Bos Oculus Digugat Perusahaan Lamanya

INIGAME.ID – Persiapan peluncuran perangkat VR Oculus Rift tampaknya menemui jalan yang sangat berbatu.

Jika sebelumnya perusahaan ini mendapatkan banyak komentar negatif mengenai harganya yang terbilang mahal, kini pimpinan Oculus, Palmer Luckey digugat karena kasus penyalahgunaan data.

Gugatan ini dilakukan oleh Total Recall Technologies, sebuah perusahaan di Hawaii—yang merupakan perusahaan tempat Luckey dulunya bekerja.

BACA JUGA:   Founder Oculus: "Apple harus membuat komputer lebih bagus untuk menjalankan Rift."

Dalam gugatannya, dikatakan Luckey dikontrak oleh perusahaan ini empat tahun lalu dengan tugas untuk mengembangkan sebuah “perangkat visual yang digunakan di kepala”.

Total Recall mengatakan bahwa Luckey menggunakan informasi yang dimilikinya untuk kemudian membuat perangkat visual versinya sendiri di Kickstarter—yang tidak lain adalah Oculus Rift.

BACA JUGA:   Bantah Angka Rp11 Jutaan, Sony Belum Tentukan Harga untuk PlayStation VR

Palmer Luckey launched Oculus on Kicstarter

Sekadar informasi, gugatan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Desember 2015 lalu. Dan setelah melalui beberapa tahap pertimbangan, akhirnya hakim di California menetapkan bahwa Luckey tetap harus menghadapi gugatan penyalahgunaan kekayaan intelektual perusahaan.

Menanggapi hal ini, seperti yang dikutip dari Engadget, Luckey menyatakan bahwa gugatan ini semata-mata hanya merupakan usaha Total Recall untuk mendapatkan sebagian porsi uang dari investasi besar Facebook kepada Oculus.

BACA JUGA:   Mantan Petinggi Xiaomi, Hugo Barra, Kini Jadi Bos Oculus

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai gugatan ini. Satu hal yang pasti, Luckey tetap harus membuktikan dirinya di depan pengadilan bahwa memang ia tidak menyalahgunakan informasi apapun yang merugikan Total Recall.

More in News

MUST READ

To Top