Connect with us

DFN GZ-Gaming: Tim Thailand Juara Point Blank International Championship 2015

DFN-GZ-Gaming-point-blank-international-championship

eSports

DFN GZ-Gaming: Tim Thailand Juara Point Blank International Championship 2015

Setelah melewati babak final round yang sengit, DFN GZ-Gaming tim asal Thailand berhasil menjadi juara mengalahkan AoeXe tim asal Rusia, juara bertahan Point Blank International Championship (PBIC). Sementara itu, dua tim dari Indonesia mengakhiri pertandingan dengan posisi tiga untuk tim N1CS dan posisi empat untuk tim Indonesia All Star.

DFN-GZ-Gaming

Sedikit melihat perjalanan DFN GZ-Gaming, menjadi pemenang dari Point Blank Thailand Championship (PBTC) dan mewakili negaranya di PBIC 2015 tidaklah mudah. Terbentuknya tim DFN GZ-Gaming sendiri memiliki sejarah yang unik. Pada pertandingan Point Blank Thailand Championship (PBTC) tahun lalu, mereka sebenarnya telah berpartisipasi dan sama-sama ikut bertanding namun dalam dua tim yang berbeda.

BACA JUGA:   Zepetto Ambil Alih Point Blank Indonesia

Pada PBTC 2014, RaGoN dan anggota lainnya bertanding dalam satu tim yang sama sedangkan Mickie (salah satu anggota DFN GZ-Gaming) bertanding dalam tim yang berbeda. Pada saat itu, Mickie berhasil meraih peringkat kedua di PBTC sedangkan tim berisi keempat anggota lain gagal di babak penyisihan. Hingga akhirnya pada tahun ini, tim dari RaGoN (kapten tim) dan kawan-kawan kekurangan satu anggota untuk bertanding dan meminta Mickie untuk bergabung di timnya.

“Tidak ada kesulitan tertentu saat bergabung di tim baru ini. Jauh sebelum terbentuknya tim DFN GZ-Gaming, mereka telah mengenal satu sama lain. Hal tersebut memberi banyak keuntungan saat tergabung dalam tim baru ini. Tidak hanya kemudahan komunikasi tapi juga chemistry yang telah terjalin jauh sebelum tim ini terbentuk.”

  • Mickie (DFN GZ-Gaming)

Mereka meyakini bahwa seluruh tim di Point Blank International Championship tahun ini merupakan tim-tim terbaik. Meskipun begitu, bagi mereka, yang membedakan performa mereka dengan tim lainnya adalah dari mereka berhasil menekan faktor kesalahan eksekusi yang sangat minimal dibanding tim lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga yakin bahwa setiap individu di dalam tim memiliki kemampuan yang berbeda dan hal tersebut justru menjadikan mereka tim yang kuat.

BACA JUGA:   Arena of Valor Umumkan Kompetisi Berhadiah Total Rp 7 Miliar Rupiah

final-point-blank-international-championship-2015

Untuk kedepannya, mereka masih ingin terus berkecimpung di dunia eSports dan bahkan ingin menjadi professional gamer. Meskipun bagi mereka bermain game adalah hal yang penting, saat membahas tentang pendidikan, mereka juga menganggap hal itu sama pentingnya. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda mulai dari computer science hingga biznet computer, mereka juga ingin membuktikan bahwa pendidikan dan game merupakan dua hal yang masih bisa dikolaborasikan dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

BACA JUGA:   LNCC 2016, Turnamen League Of Legends Khusus Mahasiswa


Kontak Informasi INIGAME.ID (Press Release / Business / Partnership).
Email: [email protected]

More in eSports

To Top