Connect with us

Ridel Yesaya Sumarandak: Pernah Ditolak Final Kompetisi Sebelum Meraih Emas di Asian Games 2018

ridel yesaya sumarandak clash royale emas asian games 2018

eSports

Ridel Yesaya Sumarandak: Pernah Ditolak Final Kompetisi Sebelum Meraih Emas di Asian Games 2018

INIGAME.ID – Di bidang olahraga, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pencapaian baik di Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada Agustus – September 2018.

Indonesia kala itu berhasil menduduki posisi ke empat di klasemen akhir dengan raihan 31 emas dari total raihan 98 medali.

Salah satu cabang olahraga yang masuk dalam kategori eksebisi adalah eSports yang mana gaungnya telah diakui untuk dipertandingkan di level kompetisi olahraga sekelas Asian Games 2018.

Hebatnya lagi, Indonesia berhasil meraih satu emas dan satu perak di cabang ini.

Medali emas berhasil disumbangkan oleh pemuda 16 tahun yang bernama Ridel Yesaya Sumarandak yang berasal dari Tondano, Sulawesi Utara melalui nomor ‘Clash Royale‘.

Meskipun Indonesia merupakan negara yang perkembangan eSports-nya cukup pesat, raihan ini tetap mengejutkan mengingat dominasi Tiongkok cukup kuat di eSports.

Apalagi prestasi medali emas ini justru diraih oleh remaja yang berasal dari Tondano, Sulawesi Utara.

Dalam kesempatan wawancara dengan Nimo TV, Ridel menjelaskan bahwa ia memang menyenangi permainan yang bersifat strategi.

BACA JUGA:   INI Daftar Nominasi Game Terbaik di The Game Awards 2016

Terbiasa berlatih strategi ini ternyata membawa manfaat baginya ketika mulai terjun ke online game seperti Clash Royale yang sarat strategi.

Sebagai remaja yang baru saja menginjak usia 16 tahun, Ridel memiliki kisah unik dalam meniti karirnya.

ridel yesaya membela indonesia cabang esports clash royale

Ridel Yesaya Membela Indonesia di Cabang eSports Clash Royale (ANTARA FOTO/INASGOC/Ady Sesotya/pras/18.)

” Permainan strategi selalu menarik minat saya.

Awalnya, saya diajari catur oleh Ayah saat kelas 1 SMP dan sempat mewakili kabupaten dalam kejuaraan catur.

Saya mulai serius untuk menekuni e-sport mulai 1,5 tahun yang lalu, ketika usia saya belum genap 15 tahun.

Ketika itu, saya terpaksa harus memalsukan umur karena salah satu syarat untuk mengkuti kompetisi online game harus berusia minimal 16 tahun.

Pernah suatu kali, saya sudah juara dan berhak ke pertandingan selanjutnya di Malaysia, tetapi tidak bisa lanjut karena ketika bikin paspor ketahuan umur asli saya berapa .”, ungkap Ridel.

BACA JUGA:   WOG dan CLAS:H, Kolaborasi 2 Event Besar Indonesia

Salah satu syarat untuk bertanding di Asian Games 2018 lalu adalah berusia minimal 16 tahun.

” Untungnya bulan Agustus kemarin saya sudah berusia 16 tahun sehingga memenuhi syarat.

Ulang tahun saya di bulan Juli, persis beberapa minggu sebelum Asian Games 2018 dimulai “, tambahnya.

Saat ini, remaja yang bercita-cita menjadi pendeta ini sudah serius menekuni eSports sebagai jalur karirnya.

Sebagai putra daerah yang berprestasi, ia berharap kompetisi game diperbanyak baik secara online maupun offline.

Ridel berpendapat, ” Sebagai putra asli Tondano, saya melihat banyak sekali bakat terpendam di cabang eSports di Tondano dan banyak daerah lainnya.

Saya beruntung memiliki kesempatan untuk ikut serta berbagai kompetisi.

Banyak rekan saya yang terhalang bakatnya karena berbagai keterbatasan, seperti dana, tidak stabilnya jaringan internet di daerah, serta kompetisi yang seringkali hanya digelar di pulau Jawa. “

Ridel juga berharap kompetisi tersebar rata ke berbagai pelosok daerah dan kecepatan jaringan internet di daerah semakin stabil.

BACA JUGA:   Clash Royale: Ketika Clash of Clans Hadir dengan Cita Rasa MOBA

Sebagai atlet eSports nasional cabang Clash Royale, Ridel giat berlatih setiap hari.

Latihan setiap hari dari pukul 8 malam hingga 11 malam, tanpa meninggalkan kewajibannya belajar sebagai siswa SMA.

” Saat ini saya mendapatkan dispensasi beberapa bulan untuk belajar mandiri dari sekolah saya di Tondano.

Hal ini karena saya sedang fokus untuk ikut dalam berbagai kompetisi cabang Clash Royale di beberapa negara. “, ungkap Ridel.

Berbagai dukungan hadir tidak hanya dari sekolah, akan tetapi juga dari pemerintah daerah setempat hingga aplikasi live streaming khusus game Nimo TV.

” Mulai awal November 2018, saya resmi bergabung dengan Nimo TV. Saya memerlukan wadah yang tepat untuk berlatih dan berinteraksi dengan komunitas gaming di Indonesia.

Melalui Nimo TV, saya dapat melatih kemampuan saya berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama gamers dan fans.

Selain itu, saya berharap mendapatkan banyak ilmu dari gamers profesional lainnya yang lebih berpengalaman.

Saya berharap kehadiran saya di Nimo TV menjadi inspirasi bagi para fans untuk mengikuti jejak saya”, tutup Ridel.


Kontak Informasi INIGAME.ID (Press Release / Business / Partnership).
Email: info@inigame.id.

More in eSports

To Top