Connect with us

Meskipun Telah Siap Diproduksi, Microsoft Tidak akan Terburu-buru untuk Menjual HoloLens

Microsoft HoloLens

News

Meskipun Telah Siap Diproduksi, Microsoft Tidak akan Terburu-buru untuk Menjual HoloLens

INIGAME.ID – Berita mengenai Virtual Reality benar-benar sedang ramai sejak beberapa minggu lalu. Oculus dan HTC Vive sudah semakin mantap untuk hadir di awal semester tahun 2016, sementara PlayStation VR sedang terus dipersiapkan untuk diluncurkan jyga fi tahun ini. Sedikit berpaling dari VR, bagaimana nasib saudara jauhnya, Augmented Reality?

Bicara tentang AR, tentu Microsoft HoloLens menjadi perangkat yang paling pertama terlintas di pikiran. Proses pengembangannya sebagai penerus Kinect yang dinilai gagal di pasaran, terasa hampir menyamai perkembangan VR hingga sekarang. Akan tetapi, meskipun terdengar menjanjikan, ternyata Microsoft tidak akan buru-buru untuk menjual perangkat ini secara bebas dalam waktu dekat.

BACA JUGA:   Minecraft: Education Edition Sudah Masuk Tahap Early Access

microsoft-hololens-web

Perlu gamers ketahui, seperti yang dikutip dari The Verge, Microsoft HoloLens rencananya siap diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2016. Akan tetapi, untuk saat ini HoloLens hanya dijual untuk kalangan pebisnis dan game developer saja.

Bagi masyarakat umum yang tetap ingin membelinya pun dijamin akan berpikir dua kali setelah mengetahui harganya—yang mencapai angka US$3.000 (sekitar Rp40 juta).

BACA JUGA:   Microsoft Pangkas Harga Xbox One Sebesar Setengah Juta dalam Waktu Terbatas

microsoft-hololens-view

Melalui presentasinya dalam TED conference di Vancouver, salah satu ahli teknis dari Microsoft, Alex Kipman mengungkapkan bahwa HoloLens memang telah siap dari segi perangkatnya. Akan tetapi kata “siap” menurutnya lebih dari sekadar kesiapan dari segi hardware. Perlu ada cukup banyak program yang bisa dijalankan di dalamnya agar perangkat itu benar-benar berguna.

BACA JUGA:   Project Scorpio dari Xbox akan Dijual dengan Harga "Premium"

“Jika ada yang membelinya pada hari ini, mereka sudah bisa melakukan 12 hal dengan benda itu,” katanya. “Dan mereka akan berkata ‘Keren, aku membeli produk seharga US$3.000 dan aku dapat melakukan 12 hal (saja) dan sekarang benda ini akan siap saya tinggalkan.'”

Hal inilah yang membuat Microsoft tidak merasa perlu untuk terburu-buru menghadirkan teknolgi AR-nya dalam waktu dekat ini. Lagipula, Rp40 juta? Mungkin publik belum siap untuk sebuah perangkat dengan harga setinggi itu.



Kontak Informasi INIGAME.ID (Press Release / Business / Partnership).
Email: [email protected]

MUST READ

To Top