Microsoft Akhirnya Berikan Refund kepada Anak yang Habiskan Rp78 Juta untuk Game FIFA 16
Connect with us

Microsoft Akhirnya Berikan Refund kepada Anak yang Habiskan Rp78 Juta untuk Game FIFA 16

Microsoft Refund FIFA 16 Illustration

News

Microsoft Akhirnya Berikan Refund kepada Anak yang Habiskan Rp78 Juta untuk Game FIFA 16

INIGAME.ID – Masih ingat dengan kasus remaja yang secara tidak sengaja membelanjakan kartu kredit ayahnya sebesar hampir C$8.000 (sekitar Rp78 juta) untuk game FIFA 16 di Xbox One? Kabar gembira untuk keluarga mereka karena pihak Microsoft memutuskan untuk mengembalikan seluruh uang yang dibelanjakan tersebut.

Seperti yang dikutip dari CBC News, Lance Perkins, sangat berterima kasih kepada perusahaan raksasa ini karena dengan berbaik hati mau memaklumi dan menganggap ini sebagai sebuah kecelakaan.

BACA JUGA:   "Beam" Kini Berubah Nama Menjadi "Mixer", Platform Live Stream dengan Fitur Co-op Streaming

lance-perkins

“Aku berharap kami telah memperingatkan cukup banyak orang. Sebuah game tidak lagi terlihat menyenangkan ketika game itu menyebabkan seluruh keluarga menjadi kacau dan membahayakan anak kita karena kesalahannya,” jelas Lance Perkins kepada CBC News. “Aku berharap akan ada batasan yang lebih aman untuk menjaga para pengguna kartu kredit untuk tidak melakukan hal yang sama.”

Bagi yang belum tahu, kasus ini dimulai karena anak remaja Perkins menggunakan kartu kredit miliknya untuk membeli sebuah konten dalam game FIFA 16.

BACA JUGA:   Nintendo Switch Dinilai Belum bisa Menyelesaikan Masalah Utama Mereka

Sayangnya karena salah pengertian, anaknya mengira bahwa pembelian yang ia lakukan hanya sekali di awal permainan—sementara ternyata transaksi terus berlanjut setiap kali ia melanjutkan permainan.

Meskipun telah memberikan keputusan yang cukup mencerahkan, pihak Microsoft sendiri ketika disinggung lebih lanjut, tidak memberikan komentar apapun lagi terkait hal ini.

BACA JUGA:   Hacker di Balik Serangan DDOS Minecraft Terancam Hukuman 2 Tahun Penjara

Tentunya kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi siapapun, terutama bagi mereka yang memiliki akses untuk berbelanja dengan kartu kredit.

More in News

MUST READ

To Top