Connect with us

Mengenai Konversi Token World of Warcraft, INI Tanggapan Blizzgamers Indonesia

world of warcraft

News

Mengenai Konversi Token World of Warcraft, INI Tanggapan Blizzgamers Indonesia

 INIGAME.ID – Sejak pengumuman konversi Token World of Warcraft ke dalam Battle.net balance, pemain aktif World of Warcraft mulai meningkat.

Lalu apakah kebijakan tersebut menjadi hal yang baik atau tidak tentunya akan menimbulkan pro dan kontra.

Dedy Sofyan selaku ketua komunitas Blizzard Gamers Indonesia memiliki pandangan tersendiri melihat kebijakan terbaru dari Blizzard Entertainment.

Blizzard Entertainment menjual token seharga US$ 20 (sekitar Rp 270 ribu) dan gamers menjualnya kembali untuk mendapatkan balance sebesar US$ 15 (sekitar Rp 210 ribu).

world of warcraft konversi

World of Warcraft Konversi

Artinya Blizzard Entertainment sudah meraup keuntungan US$ 5 per token.

Dapat dibayangkan bilamana ada 10 juta orang merupakan subscriber aktif WoW, Blizzard Entertainment sudah mendapatkan US$ 50 juta (sekitar Rp 675 miliar) per bulannya dengan asumsi semua pemain beli dan jual token tersebut.

Sebelumnya pada masa awal-awal Diablo 3 terdapat real money auctionDi mana gold Diablo 3 dapat dikonversi menjadi balance credit ataupun PayPal.

Namun hal tersebut dikomplain oleh gamers karena membuat gamers hanya bermain di auction house saja ketimbang gamenya.

Bermain di auction house dapat menghasilkan 800k gold dengan modal hanya 70k gold dalam waktu kurang dari 2 bulan tanpa perlu memainkan konten ataupun quest dari game-nya sendiri.

Tapi dirasa hal tersebut tidak akan terjadi pada World of Warcraft. Mengapa? Para penggemar World of Warcraft cukup serius dalam menangani game ini.

Maka dari itu sampai-sampai mereka membuat situs WoW Token Info untuk mengetahui harga token dan ada juga The Undermine Journal untuk mengetahui pergerakan harga komoditi tiap item di tiap server.

Salah satu yang paling banyak dilihat adalah Felslate alias mining.

Sehingga gamers dapat mengira-ngira perkembangannya atau mengakali perkembangan tersebut melalui grafik yang ada.

Biasanya jika harga komoditi naik, maka harga token pun ikut meningkat. Tapi untuk kasus ini berbeda, harga token menaik tajam.

Secara teori seharusnya harga komoditi ikut naik dikarenakan gold supply bertambah banyak.

Dari hasil wawancara di atas disimpulkan bahwa hal ini cukup baik-baik saja dan masih aman terkendali dikarenakan komunitas dan penggemarnya yang serius.

BACA JUGA:   Ah, Visual Sombra Akhirnya "Bocor" Secara Resmi

Melalui sistem konversi Token, Blizzard Entertainment malah akan meraup keuntungan yang jauh lebih besar ketimbang sebelumnya.



Kontak Informasi INIGAME.ID (Press Release / Business / Partnership).
Email: info@inigame.id.

More in News

To Top