Connect with us

ASUS X550ZE Review

ASUS X550ZE

Notebook

ASUS X550ZE Review

INIGAME.ID – Setelah beberapa waktu lalu, INIGAME kedatangan laptop dengan dapur pacu AMD, ASUS N551ZU, kali ini giliran ASUS X550ZE yang akan kami uji kemampuannya.

ASUS-X550ZE-semi-front

Memiliki komponen yang mirip dengan N551ZU, kira-kira seperti apa performa yang ditampilkan olehnya? Berikut pembahasan selengkapnya.

Desain, Tampilan, dan Bobot

Pertama kali melihatnya, ASUS X550ZE langsung menghadirkan kesan berkelas dengan casing plastik berwarna hitam yang memiliki tekstur berpola lingkaran. Membuatnya terlihat menarik ketika terpapar cahaya.

ASUS-X550ZE-back

Ketika dibuka, X550ZE memamerkan dual tone color antara hitam di monitor dan abu-abu di bagian keyboard dan palm rest-nya yang bertekstur.

Memiliki dimensi 38 x 25,1 dengan ketebalan 2,51 cm, laptop ini bisa dikategorikan ke dalam laptop standar yang tidak terlalu kecil, tapi tetap tidak terlalu memakan banyak tempat. Bobotnya pun terbilang cukup pas, sekitar 2,26 kg.

Spesifikasi Internal

Sama seperti N551ZU, ASUS X550ZE diperkuat dengan prosesor AMD FX-7600P dengan kecepatan clock 2,7 GHz yang bisa dimaksimalkan hingga 3,6 GHz. Sekadar informasi, X550ZE sempat menjadi laptop primadona para pecinta AMD karena merupakan laptop pertama yang mengusung prosesor AMD tertinggi pada saat diluncurkan.

ASUS-X550ZE-prosesor

Untuk kebutuhan visual, unit yang di-review kali ini menggunakan GPU AMD Radeon R5 M230 dan on board GPU Radeon R7 M270 DX dengan VRAM 2GB.

ASUS-X550ZE-grafis

Untuk menjalankan program di dalamnya, X550ZE dibekali dengan RAM berkapasitas 4GB. Bagi yang merasa kurang, laptop ini memiliki satu slot tambahan lagi untuk menambahkan kapasitas RAM hingga 16GB (2 x 8GB). Tersedia juga sebuah hard disk dengan kapasitas 1TB untuk kebutuhan penyimpanan data.

ASUS-X550ZE-general

Monitor

X550ZE memiliki layar 15,6 inci dengan resolusi HD (1366 x 768 piksel). Sayangnya laptop ini tidak memiliki lapisan anti-glare sehingga terkadang membuatnya terasa silau dalam kondisi cahaya terang. Untuk kualitas gambar yang ditampilkan juga terlihat cukup baik.

ASUS-X550ZE-screen

Dari segi fisik, monitor laptop ini terlihat cukup tipis. Memang menjadikannya ringan, akan tetapi terkadang terasa agak ringkih ketika dibuka tutup.

Keyboard dan Touchpad

Laptop ini menggunakan keyboard yang terbilang sangat standar. Tidak ada yang spesial dengan performanya. Mengiringi full-sized keyboard tanpa backlight yang dimilikinya, X550ZE dilengkapi dengan lampu indikator untuk fungsi num lock dan caps lock.

ASUS-X550ZE-keyboard

Untuk kebutuhan cursor dan fitur multi-gesture, ASUS X550ZE meletakkan touchpad sedikit di sisi kiri palm rest. Akurasi touchpad-nya terasa kurang presisi dan agak keras ketika di-click.

Audio

Dengan teknologi dari SonicMaster, suara yang dihasilkan X550ZE terbilang jernih dan mampu disalurkan dengan baik ke arah pengguna.

ASUS-X550ZE-sound

Saat volume dimaksimalkan pun, kualitas audio yang dihasilkan juga terbilang bagus dan tidak pecah.

Konektivitas

Di sisi kanan, X550ZE memiliki DVD optical drive, dan sebuah USB 2.0 port. Sementara di sisi kiri, selain menjadi tempat ventilasi udara, terdapat port untuk kebutuhan charging/ power, HDMI, LAN, 2 x USB 3.0, dan audio jack combo. Di bagian sisi depan-kiri, terdapat SD card reader.

ASUS-X550ZE-connectivity

Performa dan Baterai

Selain menggunakannya dalam aktivitas kebutuhan sehari-hari, kami juga melakukan pengujian menggunakan beberapa aplikasi seperti Unigine dan 3D Mark. Hasilnya, laptop ini terkesan cukup berusaha keras untuk menghadapi berbagai tes tadi.

ASUS-X550ZE-unigine-valley

Unigine Valley – High Settings

ASUS-X550ZE-unigine-heaven

Unigine Heaven – High Settings

ASUS-X550ZE-cloud-gate

3D Mark – Cloud Gate

ASUS-X550ZE-sky-diver-test

3D Mark – Sky Diver

ASUS-X550ZE-fire-strike

3D Mark – Fire Strike

ASUS-X550ZE-tomb-raider

Tomb Raider – Medium Settings (20-28 fps)

Dari segi daya, ASUS X550ZE ditopang dengan baterai 4-cell yang tidak bisa dilepas. Saat menggunakannya, dalam keadaan stand by dengan tingkat kecerahan layar 50%, laptop ini mampu bertahan selama sekitar 4 jam. Untuk penggunaan standar seperti mengetik dan browsing dengan tingkat kecerahan layar 50-70%, baterai habis dalam waktu sekitar 3 setengah jam.

Sementara saat penggunaan bermain game dengan pengaturan kinerja AMD secara maksimal, tenaga baterai habis dalam waktu 2 jam.

Kesimpulan

Sebagai sebuah laptop yang bukan masuk ke dalam deretan produk khusus gaming milik ASUS, Republic of Gamers, X550ZE sepertinya merupakan mesin yang dikhususkan untuk kebutuhan kelas menengah.

Untuk sebuah laptop dengan kisaran harga Rp5-6 jutaan, ASUS X550ZE bisa dijadikan pertimbangan bagi kalian dengan aktivitas harian yang tidak terlalu berat seperti mengetik, editing foto/ video, menonton film, atau sekadar bermain game dengan pengaturan visual yang rendah. Akan tetapi, jika digunakan untuk memainkan game dengan grafis yang kompleks, tampaknya gamers perlu mencari laptop lain yang lebih tangguh.



Kontak Informasi INIGAME.ID (Press Release / Business / Partnership).
Email: info@inigame.id.
Continue Reading
You may also like...

More in Notebook

To Top